Ibumu …Biang masalah

Pasti banyak banget cerita tentang anak durhaka dan hukumannya

tapi yang belum pernah kita tau adalah bagaimana menghadapi ibu kita yang menjadi sumber dari masalah kita.
Ini hanya untuk share cerita. Semoga jadi renungan.

Cerita ini diambil dari buku ” Andai kau tahu, Wahai anakku” penerbit pustaka At-Tibyan dgn judul yg sama.

Iapun berteriak histeris malam itu, didepan suaminya, dgn nada marah: Ibumu biang segala masalah diantara kita! Kalau bukan karenanya tentu hidupku akan tenang sekarang! tengoklah tindak tanduknya yang menyebalkan!

Suaminya berkata: Apakah engkau ingin aku durhaka terhadap ibuku? atau aku bertengkar dengannya? agar engkau bisa hidup dengan tenang?

lalu keduanya terduduk seperti orang yang bingung.

Lalu ia teringat kembali pada pemicu awal masalah. tepatnya pada waktu tengah malam ketika ia menyertai anak dan istrinya pulang kerumah selepas mengunjungi keluarganya. ibunya menunggu di ruangan gelap dgn pandangan kemarahan. Ia menyindir:
Alhamdulillah, engkau selamat hai Khalid. bukankah sudah tiba waktunya engkau mengingat ibumu yg duduk sendirian dlm rumah yg ditinggalkan ini?

Ia berkata sambil mendekat dan mencium dahinya
aku tidak melupakanmu wahai ibuku sayang. akan tetapi engkaulah yg menolak pergi bersama kami walaupun kami terus memintanya kepadamu.

ibunya menjawab dgn emosi
aku tidak mau pergi bersama kalian untuk kunjungan seperti ini.
Meledaklah kemarahan Nuura (istrinya) seperti bom waktu yg siap meledak.
ia teringat ibunya mengomentari masakan sang istri di hadapan orang banyak. ibunya pernah membentak anak-anaknya kemudian menuduh ibu mereka tidak mendidik mereka dgn baik dan mengadukan istrinya tentang kelakuan buruk istrinya, yg kenyataannya tdk seperti itu.

istrinya berkata
Percayalah Khalid, aku sudah berusaha menyenangkan hatinya dengan berbagai cara dan aku tidak pernah mengabaikannya.

ia merasa kasihan dgn istrinya lalu ia mendekat dan berkata
ketahuilah wahai istriku, aku benar-benar mengetahuinya, akan tetapi ibuku itu sudah lanjut usianya dan sudah tua. setidaknya kau memahami sedikit tindakannya.

istrinya bertanya dgn heran
aku tidak tau. mengapa is begitu membenciku dan membenci keluargaku sampai seperti itu!

ia menyela: Bukan…bukan, itu bukan kebencian tapi sejenis kecemburuan dan egoisme. jangan lupa, usia tua kerap kali membuat seseorang bertingkah laku seperti anak-anak. Oleh karena itu mereka suka bila kita ikut berbagi rasa dan canda dengan mereka.

istrinya bertanya
bagaimanapun wanita itu adalah ibuku juga. lalu bagaimana jalan keluarnya?

ia menjawab dengan penuh kasih sayang
jalan keluarnya, mungkin engkau bisa bermu’amalah dgnnya dan berlapang dada menerima kesalahan-kesalahannya, persisi seperti engkau bermu’amalah dgn ibumu. Bukankah engkau sabar menghadapi ibumu sendiri? dan lapang dada menerima kesalahan-kesalahannya?

istrinya menerima saran tersebut
Baiklah, aku akan melakukannya. aku harus adil dalam bersikap kepada ibuku dan ibumu.

*pesan moral: Kita harus bersabar dgn kesalahan-kesalahan orang tua seperti mereka telah bersabar dgn tindak tanduk kita waktu kita masih kecil dan berusaha memberikan pengertian dgn lemah lembut

4 thoughts on “Ibumu …Biang masalah

  1. betul aya. ortu kita nggak bisa dilihat hanya pada saat ini saja, dari “kacamata” kita setelah dewasa. tapi coba tarik lagi jauuh ke masa lampau. bagaimana repotnya mereka mengurus kita, termasuk dengan segala kenakalan kita, dan perilaku menyebalkan kita. nice story.🙂

  2. terlepas dari orangtua itu segalanya, semestinya orangtua juga tidak menjadikan ‘jabatan’ orangtua untuk mengikuti maunya, biarbagaimanapun anak juga kan punya perasaan.Parahnya, banyak orangtua yg bahkan untuk meminta maaf saja emoh, lantaran jabatannya tadi, padahal kalao saja mrk tahu bahwa bisa saja orangtua tidak masuk surga jika sang anak menggugatnya kelak di akhirat atas prilaku atau tindakan mereka yg tidak ‘mengurusi’ anaknya..

  3. tianarief said: betul aya. ortu kita nggak bisa dilihat hanya pada saat ini saja, dari “kacamata” kita setelah dewasa. tapi coba tarik lagi jauuh ke masa lampau. bagaimana repotnya mereka mengurus kita, termasuk dengan segala kenakalan kita, dan perilaku menyebalkan kita. nice story.🙂

    iya…cerita ini bikin aku berkaca betapa aku kurang berbakti sm orang tuaku. jadi mo share sama yg lain.

  4. sikrit said: terlepas dari orangtua itu segalanya, semestinya orangtua juga tidak menjadikan ‘jabatan’ orangtua untuk mengikuti maunya, biarbagaimanapun anak juga kan punya perasaan.Parahnya, banyak orangtua yg bahkan untuk meminta maaf saja emoh, lantaran jabatannya tadi, padahal kalao saja mrk tahu bahwa bisa saja orangtua tidak masuk surga jika sang anak menggugatnya kelak di akhirat atas prilaku atau tindakan mereka yg tidak ‘mengurusi’ anaknya..

    ya memang ada orang tua seperti itu dan orang tua seperti ini biasanya hanya bisa dinasehati oleh sesama orang tua yg lain.mungkin karena ego mereka atau kurang pahamnya mereka terhadap agama. masalah mereka menelantarkan anak-anak mereka itu adalah dosa yang harus dipertanggung jawabkan oleh Allah swt, tp kita sebagai anak yg ditelantarkan tetap harus menghormati mereka sebagai orang tua. itu dari pelajaran yg aku baca dibuku ini. Allahu allam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s