Berusaha utk netral, tapi …

Selama ini aku selalu berusaha untuk selalu netral dalam melihat suatu masalah
Contoh paling simple adalah cara pandangku melihat masalah orang lain (krn kalo masalah sendiri, aku bebas beropini)

Aku berusaha utk objektif karena setiap tindakan ada hubungan sebab-akibatnya
contohnya: anak manja mungkin krn orang tuanya memperlakukan mereka seperti itu, jadi gak salah kalo anak susah untuk disuruh untuk ringan tangan soal membereskan rumah saat pembantu tidak ada.

Tapi satu hal ini yg cukup bikin gw …mmm…ngimana yah bilangnya…agak marah.

Pada saat bapak kandung kita yg mungkin dulu menelantarkan kita dan ibu kita, sudah minta maaf, sudah merasakan sendiri akibat dari tindakan dia, jatuh miskin, sakit menahun. Apakah kita sebagai anaknya bisa tega membiarkan ayah kita sendiri menjadi tunawisma?
dan berakhir meninggal sendirian di kamar rumah sakit?

Aku juga punya masalah keluarga yg cukup pelik, tapi alhamdulillah hanya agama yang bisa menjaga semuanya.

17 thoughts on “Berusaha utk netral, tapi …

  1. Setiap orang punya masalahnya masing2Cuma bagaimana kita bisa menyikapinya dengan tenang. Sama halnya dengan keluargaku sendiri kok…pelik, tapi aku berusaha tetap santai menghadapi semuanya…tentu dengan kekuatan batin dan iman.

  2. Menusia tak bisa lari dari kekhilafan non : )Jika saja sudah sadar akan kesalahan, maapkan kan lah. Kerna kemaapan itu memberikan ketenangan buatnya dan diri sendiri.

  3. sorayalannazia said: Pada saat bapak kandung kita yg mungkin dulu menelantarkan kita dan ibu kita, sudah minta maaf, sudah merasakan sendiri akibat dari tindakan dia, jatuh miskin, sakit menahun. Apakah kita sebagai anaknya bisa tega membiarkan ayah kita sendiri menjadi tunawisma?dan berakhir meninggal sendirian di kamar rumah sakit?Aku juga punya masalah keluarga yg cukup pelik, tapi alhamdulillah hanya agama yang bisa menjaga semuanya.

    kadang ketika kita melihat orang lain bermasalah dan berusaha menilainya, kita lupa, bahwa setiap orang unik dan berbeda respon dalam menghadapi masalah, jadi tidak bisa membandingkan respon kita dengan orang lain tersebut, karena kita tidak pernah tahu detil kejadiannya, apalagi kalau hanya didapat ceritanya dari satu pihak saja, sulit untuk bersikap netral :)mungkin si anak terlalu sakit hatinya, mungkin ada perlakuan yang pernah sangat tidak terpuji dilakukan kepada si anak, atau atau atau lainnya… berusaha totally ikhlas bukan persoalan mudah, tapi butuh waktu…cuma pemikiranku aja sih ;)aya sehat2 yaaaaa mudah2an lancarrrrr lahiran…

  4. bambangpriantono said: Setiap orang punya masalahnya masing2Cuma bagaimana kita bisa menyikapinya dengan tenang. Sama halnya dengan keluargaku sendiri kok…pelik, tapi aku berusaha tetap santai menghadapi semuanya…tentu dengan kekuatan batin dan iman.

    ya…aku cuma mo jadikan hal ini reminder utk diri sendirispy aku tetap bisa berbakti kpd orang tuaku biarpun orang tuaku bukan manusia sempurna. dan tidak ada manusia yg sempurna didunia ini.

  5. srhida said: mm… Kadang-kadang beda tipis antara netral dan membiarkan dan akhirnya ditafsirkan sebagai “setuju”. Semoga tetap tenang Aya..

    iya…smoga aku gk gerutu kl ketemu anak2 dari sang bapak itu.

  6. tuneman said: Menusia tak bisa lari dari kekhilafan non : )Jika saja sudah sadar akan kesalahan, maapkan kan lah. Kerna kemaapan itu memberikan ketenangan buatnya dan diri sendiri.

    iya…lg berusaha utk menenangkan diri dan menjadikan ini reminder utk diriku sendiri

  7. srisariningdiyah said: kadang ketika kita melihat orang lain bermasalah dan berusaha menilainya, kita lupa, bahwa setiap orang unik dan berbeda respon dalam menghadapi masalah, jadi tidak bisa membandingkan respon kita dengan orang lain tersebut, karena kita tidak pernah tahu detil kejadiannya, apalagi kalau hanya didapat ceritanya dari satu pihak saja, sulit untuk bersikap netral :)mungkin si anak terlalu sakit hatinya, mungkin ada perlakuan yang pernah sangat tidak terpuji dilakukan kepada si anak, atau atau atau lainnya… berusaha totally ikhlas bukan persoalan mudah, tapi butuh waktu…cuma pemikiranku aja sih ;)aya sehat2 yaaaaa mudah2an lancarrrrr lahiran…

    memaafkan org emang tidak mudah dan membutuhkan waktu, tp kalo waktu itu habis dgn meninggalnya org tua kandung kita sendiri?aku cm sedikit kesal sm mereka, tp siapalah aku ini.aku hanya bisa sharing dan menjadikan ini reminder utk diri sendiri.seburuk-buruknya orang tua, mereka orang tua kita sendiri yg mengharuskan kita berbakti kepada mereka sebisa kita. makasih doanya mba arikyknya aku gk bisa dtg ke acara di RS. Bundatadi dipemakaman, aku gk bisa berdiri lama-lama…kunang-kunang. maaf yah!

  8. nenengkurnia said: iyah, memandang suatu masalah harus dliat dari semua segi dan sisi, kumplit… baru bisa benderang mata kita untuk melihat dan menilainya hihiii…

    memang…dan kita hanya penonton yg gk tau rasanya. ini sebagai reminder aja utk ku.

  9. inimona said: aku cuma bisa ikutan mendoakan (yang terdengar klise), semoga apapun itu masalahnya menemukan penyelesaian terbaik buat semua🙂

    iya smoga. secara ayah mereka udh meninggal. smoga anaknya bisa memaafkan ayah mereka atas segala tindakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s