Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

Mungkin isu formalin sudah mereda, tp kita mesti waspada teruskan

Kelana kota
21 May 2006,
17:56:59, Laporan Eddy Prasetyo
Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin


Isu tentang formalin mungkin sudah mulai surut. Tapi upaya yang dilakukan Dra SUKESI M.Si, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS, untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin, kiranya bisa dimanfaatkan.


Apalagi cara yang ditawarkannya boleh dibilang tanpa biaya tambahan apa-apa, hanya bagaimana cara memperlakukan bahan makanan itu sebelum dikonsumsi.


“Saya tertarik untuk mencoba mencari bagaimana mengurangi kadar formalin dalam makanan semata karena ternyata penggunaan bahan pengawet yang di larang itu sudah sedemikian memasyarakat,” katanya.


Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri.


“Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin
sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” katanya.

Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman.


“Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet, tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,” katanya.

Bagaimana dengan tahu?
“Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas,direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,” katanya.


Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan.


“Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,” katanya.

Sukes akan mencoba membuat apa yang telah dilakukan dalam penelitian
deformalinisasi ini dalam bentuk brosur praktis agar masyarakat dengan mudah melakukannya.


“Kami sedang mencari sponsor untuk menyebarluaskan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. Harapannya melalui brosur itu masyarakat akan makin tentang dengan isu-isu formalin, karena ternyata dapat dikurangi kadarnya,” katanya.

Pic : http://www.carpecarpio.com/bigcatfishpictures.html

9 thoughts on “Tips Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

  1. Air leri itu kayak apan Aya? Oh ya makasih banget infomu..untuk bekel kalo mudikYang saya tahu kalo disini ikan2nya gk diformulinkan, dieskan aja YaKalo mie instand direbus 30 menit, apa gk benyek Aya?

  2. setelah ngobrol2 sama sefa yg sekarang tengah mempelajari kimia, formalin pada bahan makanan bisa direduksi melalui pemanasan (direbus, digoreng). jadi, nggak perlu perlakuan khusus.

  3. jadi makanan yang selama ini diisukan formalin, aman dong …masak mau makan mie mentah, tahu mentah? kan mestinya direbus atau digoreng dulu.ya nggak?

  4. sikrit said: Air leri itu kayak apan Aya? Oh ya makasih banget infomu..untuk bekel kalo mudikYang saya tahu kalo disini ikan2nya gk diformulinkan, dieskan aja YaKalo mie instand direbus 30 menit, apa gk benyek Aya?

    air leri….mmmmm….gak ngerti jg ….hehehehehehhe ;pmgk cari dipasar dapet kali….hehehhehehe ;pitu bukan mie instant tp mie kuning yg biasa dipakai utk bakso itu tuh!smoga bermanfaat😉

  5. tianarief said: setelah ngobrol2 sama sefa yg sekarang tengah mempelajari kimia, formalin pada bahan makanan bisa direduksi melalui pemanasan (direbus, digoreng). jadi, nggak perlu perlakuan khusus.

    mmmmm….gitu yah!tpkan takutnya pas kita goreng ikan or mengulai ikan kan air sisa dari pengorengan or perebusan itu msh mengandung formalin kan.itu yg hrs dibuang!mknya sebelum mengoreng or mengulai ikan lbh baik melakukan tips spt yg diatas!

  6. iyasnih said: egh.. budaya kita.. emang paling suka ngeracunin masyarakat sendiri.. bah..

    iya…hikstp untungnya sekarang ada pengawet yg diperbolehkan dgn air tawas.smoga semua para pedagang makanan itu bisa beralih kesana yah yas!

  7. iya semoga aja..dulu.. gue pikir knapa tukang bakso, tukang ktoprak sama tukang2 makanan yg laen gak pernah makan Dagangan nya sediri karena udah bosen.. ternyata karena dia tau yang dia DAGANGIN itu RACUNNNN…

  8. iyasnih said: iya semoga aja..dulu.. gue pikir knapa tukang bakso, tukang ktoprak sama tukang2 makanan yg laen gak pernah makan Dagangan nya sediri karena udah bosen.. ternyata karena dia tau yang dia DAGANGIN itu RACUNNNN…

    berarti loe mo tau tuh makanan beracun or gak,hrs paksa abangnya mkn dagangannya dulu?*serius*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s