berawal dr kiriman forward message di YM

Ini sebagian dari chat di YM dgn temenku ttg agama (gaya bener ;p)
Aku metik suatu makna dr chat ini, dari seharusnya kalo ngomongin masalah agama gak bisa asal…hehehehe
Dan juga harus selalu berkepala dingin, karena ngobrol soal agama sesama pemeluk agama aja dgn hati yg panas, apalagi mau berdiskusi dgn non-Islam.
Sebagai muslim n muslimah, kita harus merubah image jelek yg ada diri kita ini

———————————————————-

Semua berawal dr kiriman forward message di YM:

Assalamualaikum Wr. Wb.1 menit untuk mengingat Allah
Langkah 1:Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih:SUBHANA’LLAH ALHAMDULI’LLAH LA I LAHA ILLA’LLAHALLAHU AKBAR ASTAGHFIRU’LLAH LA ILAHA ILLA’LLAH, MUHAMMADUN RASULU’LLAH ALLAHUMMA SALLI WA SALLIM WABARIK ‘
ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA AALIHI WA SAHBIH AJMA’EEN
Langkah 2:Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat,perkataaan demi perkataan
Langkah 3:Forward email ini kpd sekurang2nya 7 org yg anda kasihi.
Hasil 1: dlm tempo 1 jam anda telah berjasa mengajak mereka utk mengingat, berdoa dan bermunajat kepada ALLAH SWT.
Hasil 2: Dalam tempo 1 jam anda telah berjasa mengajak mereka utk mengingat, berdoa kepada Nabi Muhammad SAW.

Aku: NABI MUHAMMAD gak perlu didoain krn dia sdh dijanjikan surga oleh Allah, tp ajarannya yg perlu dijalani spy kita bisa ketemu nabi muhammad disana!

Temanku: Karena kita disuruh Allah untuk mendo’akan Nabi Muhammad.. Di Al-Qur’an ada. Jadi “KARTU MATI”

Aku: lbh baik mana mendoakan nabi muhammad or menjalankan ajarannya?

Temanku: dua2nya disuruh Allah

Temanku: Lo beriman sama siapa??

Aku: sm Allah lah

Temanku: jangan beriman sama LOGIKA

Temanku: nah

Temanku: kalo Allah udah nyuruh lo untuk mendo’akan nabi muhammad n menjalankan ajarannya???

Temanku: itu namanya “KARTU MATI”

Aku: yo weis silahkan aku cm bilang yg lbh penting aja!

Temanku: innallah yushalluna ‘alannabi,

Aku: bukan menghilangkan salah satu ajaran kok

Temanku: ya ayyuhaladzina amanu, shollu ‘alaihi wassalimu taslima

Temanku: titik

Aku: boleh tau ayatnya n suratnya

Temanku: besok deh

Temanku: maap lupa banget


LANJUT BESOK HARINYA:

Temanku: assalamu’alaikum

Aku: w.salam

Temanku: mba lanjutin yg kemaren

Aku: ok

Temanku: suratnya Al-Ahzab (33) ayat 56

Aku: bentar aku buka quran dl

Aku: iya aku udh baca al-qurannya dan memang kita dianjurkan utk memberikan doa kepada nabi Muhammad dan memberikan penghormatan kepada beliau

Aku: sama kyk di ayat 66 dimana kita diharuskan utk menuruti peraturan yg diberikan oleh Allah dan nabi muhammad

Aku: dari kedua ayat itu saling mendukung maksud saya sebelumnya adalah mana yg lbh penting n lbh bagus

Aku: mendoakan nabi muhammad memang baik dan bagus tp lbh penting adalah menjalankan ajarannya. tiap hari kok kita mendoakannya dari bacaan sholat tahyat awal n akhir


Aku: nabi muhammad seperti ortu/guru kita. kita pasti mendoakan ortu kita. smoga dia sehat selalu n dlm keadaan senang. dan ortu jg senang kalau didoakan oleh anak tp yg lbh membahagiakan ortu kita adalah melihat anaknya menjadi soleh n solehah, senang, bahagia, berbakti dan berguna utk bangsa n negara

Aku: sama seperti nabi kita muhammad, beliau pasti senang didoakan oleh kita tp yg lbh membahagiakan beliau adalah umatnya smua menjalankan ajarannya dan bertemu dgn beliau di surga sana

Aku: ngimana menurut kamu?

Aku: pemikiran ini muncul dari guru ngaji saya n pemikiran lbh lanjut oleh saya sendiri

Aku: maaf kalo ada pemakaian kata-kata saya menyinggung hati kamu

Aku: diskusi agama seharusnya dgn kepala dingin. kalo sesama pemeluk agama saja berdiskusi dgn berantem, apalagi kl berdiskusi dgn yg non-islam. apalah jadinya image islam yg sdh terpuruk skrg ini dimata non-islam nnt


Aku: kl soal haram halal, saya tau kita mesti tegas soal ini. tp ini bukan soal yg haram halal.

Temanku: bukannya marah, ga kesel ga dengan hati yg panas..kalo nonton kiamat sudah dekat..agama bukan dipusingkan..tapi dijalankan. bukan bagus, atau kurang bagus, bukan baik, atau kurang baik..tapi kita bisa menjalankan semuanya secara bersamaan..why not?

Aku: memang benar pemikiran spt itu tp org lain menganggap mendoakan saja sdh cukup.

Aku: spt org yg mendoakan para wali songo yg ujung2nya minta ini itu (pdhl kan mrk sdh meninggal) dan tdk menjalankan ajaran islam dgn baik

Temanku: jangan sukuzon

Aku: gak kok, cm menyampaikan wejangan dr guru ngaji ku aja kok

Aku: hidup ini hrs ada prioritas dan itu yg membuat manus
ia bisa memanfaatkan waktu spy tdk merugi. semua peraturan di al-quran ada bagian yg harus kita kerjakan (wajib), ada yg dilarang (haram), dianjurkan (sunah), sebaiknya (mubah). untuk kasus ini menurutku adalah bagian yg sebaiknya. mendoakan nabi muhammad memang baik n bagus tapi lbh baik lg adalah menjalankan sebaik-baiknya ajarannya dan berusaha sebaik-baiknya berperilaku sbgmn nabi muhammad berkelakuan

Temanku: tapi bukankah lebih baik lagi kalo menjalankan keduanya??

Aku: iya memang benar cuma takutnya org salah kaprah aja. tp kl niat seseorg itu sdh baik. ya gpp alhamdulillah kl spt itu

Semoga bermanfaat!

25 thoughts on “berawal dr kiriman forward message di YM

  1. Hehehe..aku juga pernah loh chatting2 serius begini…ampe2 aku ditelpon ma dia…awalnya sih panas2 tapi kesini2 nya..malah ngajak ketemuan…Yee orang2 emang annneh..

  2. verafun said: Hehehe..aku juga pernah loh chatting2 serius begini…ampe2 aku ditelpon ma dia…awalnya sih panas2 tapi kesini2 nya..malah ngajak ketemuan…Yee orang2 emang annneh..

    wahhahahhahahahahahha….niatnya beda tuh, kepengen kenalan doang…kikikikiresiko org cantik yah ver….kikikikiki ;p*yg sering mengalami*

  3. chating begini asyik juga kok mbak…saling membuka diri asal jangan sampai ngotot tak berujung…kita cari yang benar….dan menjalankan agama dengan mengetahui jauh lebih baik dariapda yang cuma mengikuti saja kan??

  4. dedysubandi said: menjalankan agama dengan mengetahui jauh lebih baik dariapda yang cuma mengikuti saja kan

    nah, aku sepakat sama yg iniuntungnya aya menyikapi dengan bijak, gak saling ngotot ya …kan sama saudara sesama muslim juga🙂

  5. omhanif said: itulah gunanya temenbisa saling ngingetincoba kalo dari awal udah dianggap musuhbukan cuma debat kusircambuk2an kali jadinya

    uuuuuuuuuuuuuuu….cambuk-cambukan, emang kita apaan sampe dicambuk….wahahhahaaha!kudaaaaaaa kali ;p

  6. dedysubandi said: chating begini asyik juga kok mbak…saling membuka diri asal jangan sampai ngotot tak berujung…kita cari yang benar….dan menjalankan agama dengan mengetahui jauh lebih baik dariapda yang cuma mengikuti saja kan??

    YAPS!!! SETUJU!!!abis kl cuma ngikutin itu itu aja, ilmu agamanya gak maju-maju.tradisi kita kan kl tahlilan cuma baca ya’sin aja, pdhl kan banyak surat yg lain yg sama pentingnya!al-qur’an itu tdk terlalu perlu dihapal (selain surat pendek), tp hrs dipahami, diserap ilmu or kata2 didlmnya n dicoba dipraktekkan😉

  7. myshant said: nah, aku sepakat sama yg iniuntungnya aya menyikapi dengan bijak, gak saling ngotot ya …kan sama saudara sesama muslim juga🙂

    tdnya agak esmosi cm lbh menyakitkan utk menegur org adalah dgn menegurnya secara baik-baik drpd kita marah2, krn dia akan merasa tdk enak hati bersikap spt itu ;)spt nabi Muhammad membalas kejahatan dgn kebaikan😉

  8. ayyesha97 said: hehehe…aq pernah ditanya, menurut kamu agama itu apa…?Glek…benet mbak, harus dihadapi dengan kepala dingin dan ilmu yang matang….

    aku jg pernah tuh sm temenku non-islam org Amerika lg…ribet jelasin n ngomongnya ;piya emang hrs belajar mulu krn kata-kata yg terkandung didlm Al-qur’an byk bgt😉

  9. lelakibiasa said: jangan yg chat agama aja di post donk aya :pyg chat mesra mesraan nya di post juga dunk :pkabur*

    jgn donks….kan hanya diriku n dirinya yg tau….kikikikiki ;pnnt kl diposting pd ngiri lg…..wahahhahahahahhha ;p

  10. Kalau dalam agama, diskusi yang ilmiah adalah diskusi yang setiap pembahasannya selalu mengacu dan berhujjah dengan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’/ Atsar Shahabat (Salafus Shalih). Suatu diskusi (agama) biasanya berujung pada debat yang tak berkesudahan (debat kusir) jika masing-masing memiliki rujukan sendiri-sendiri. Misal Si A selalu meruju’ dan menimbang setiap permasalahan kepada Al Qur’an dan As Sunnah an Nabawiyyah menurut pemahaman Salaful Ummah (Shahabat radhiallahu ‘anhum ajma’in dan yang mengikuti manhaj mereka dengan ihsan) sedangkan Si B berpegang dan berhujjah dengan Al Qur’an dan As Sunnah an Nabawiyyah namun berdasarkan pemikiran golongan-golongan tertentu, seperti dari kalangan ahlul mantiq (filsafat), aqlaniyyun (pemuja akal dan logika), quburiyyun (para pemuja kubur) dll yang bertentangan dengan manhaj Shahabat (Salafus Shalih). Nah hal seperti inilah yang pada akhirnya berujung pada debat kusir.Prinsip saya, sampaikanlah As Sunnah sebagaimana datangnya, yakni sebagaimana yang dipahami dan diamalkan oleh pembawanya (Rosulullah) dan yang mengikutinya dengan ihsan (baik) dari generasi terbaik (Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan Para Ahlul Hadits atau Atsar). Merujuklah kepada para ahlul atsar, yakni orang-orang yang tsiqah (terpercaya), lurus aqidah, akhlaq dan manhajnya yang berjihad dengan ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala dalam meninggikan kalimatut tauhid di bumi ini, dan menjaga kemurnian dien ini dari para pendusta, dan para pengikut hawa nafsu. Apabila As Sunnah yang kita sampaikan itu ditolak, maka bantahlah dengan As Sunnah atau atsar pula. Inilah sikap ilmiah yang telah dilakukan oleh para generasi terbaik umat dalam rangka membersihkan dien dari perdebatan yang didasari hawa nafsu, emosi, dan ra’yu yang tercela yang tidak bersumber dari Al Kitab wa Sunnah. Jika mereka tetap saja menolak sunnah tersebut, maka diamlah. Berkata Al Imam Malik rahimahullah: “Perdebatan hanyalah akan membawa pada pertikaian dan menghilangkan cahaya ilmu dari dalam hati, serta mengeraskan hati dan melahirkan kedengkian.” (Syiar a’lamin Nubala’, 8/ 106). Demikian pula dikatakan oleh Al Imam Syafii dan lain-lain. (Syiar A’lamin Nubala’, 10/28)Sampaikan Sunnah dengan menjelaskan dalil-dalilnya secara ilmiah yaitu dengan menunjukkan keshahihan haditsnya dan menjelaskan ucapan para Ulama tentang maknanya. Dengan kata lain kita hanya menegakkan hujjah (dalil/keterangan, red) dan menunjukkan kebenarannya secara riwayat dan dirayah. Adapun masalah hidayah ada di tangan Allah. Kita tidak bisa memaksa setiap orang untuk menerima hidayah. Sehingga jika ada sebagian manusia yang membantah atau memperdebatkan Sunnah setelah jelas baginya hujjah, maka itu hanyalah salah satu dari beberapa cara penolakan terhadap Sunnah. Untuk itu mereka harus kita tinggalkan dan kita tidak perlu sibuk melayaninya. Jika kita melayani mereka, maka hal itu hanyalah akan membuang-buang waktu dan tidak akan memberikan faedah sama sekali, bahkan hanya akan menimbulkan madlarat.Pada suatu hari, Imam Malik pernah ditanya oleh seorang yang bernama Haitsam bin Jamil: “Wahai Abu Abdillah (yakni imam Malik), seorang yang memiliki ilmu tentang sunnah apakah boleh dia berdebat untuk membelanya?” Imam Malik menjawab: “Jangan! Tetapi hendaklah dia menyampaikan sunnah tersebut. Jika diterima, itulah yang diharapkan; namun jika ditolak, maka diamlah”. (Jami’ Bayanul Ilmih wa Fadlihi, juz 2 hal. 94)Demikian pula Imam Ahmad menyatakan: “Sampaikanlah sunnah dan jangan kalian memperdebatkannya”. (Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abi Ya’la, melalui nukilan Syaikh Barjas dalam Dlaruratul Ihtimam, hal. 89)Dikisahkan oleh Ma’n bin Isa: “Imam Malik bin Anas rahimahullah pada suatu pernah pulang dari suatu majlis dalam keadaan beliau bertekan pada tanganku. Kemudian beliau ditemui oleh seseorang yang dipanggil dengan nama Abul Hauriyah. Orang ini termasuk orang yang sesat beraliran murji’ah. Ia berkata: “Wahai hamba Allah, dengarkanlah dariku sesuatu. Aku ingin berbicara denganmu menyampaikan argumentasiku kepadamu dan menyampaikan pendapatku kepadamu (yakni mengajak berdebat –pent.)”. Maka Imam Malik menjawab: “Bagaimana jika engkau bisa mengalahkanku?” Ia berkata: “Jika engkau kalah, maka engkau harus mengikutiku”. Imam Malik berkata lagi: “Jika datang orang ke-3 menyampaikan argumentasinya kepada kita, kemudian ia mengalahkan kita?” Ia menjawab: “Jika kita kalah, maka kitapun mengikutinya”. Mendengar jawaban ini, imam Malik berkata: “Wahai hamba Allah, Allah telah mengutus Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan agama yang satu, tetapi aku melihat engkau berpindah-pindah dari satu agama ke agama yang lain”. Dalam riwayat yang lain: “Bukanlah agama ini milik para pemenang debat”. (Asy-Syari’ah, al-Ajurri, 64)Mengenai masalah diatas, yakni mendoakan Nabi SAW dan menjalankan serta mentaati perintahnya adalah saling berkaitan. Kalian benar bahwa kita wajib berittiba’ (mengikuti) Nabi SAW dalam semua ajarannya. Mendoakan Nabi SAW adalah suatu perintah yang harus kita kerjakan pula, dan ini merupakan bagian dari Sunnah itu sendiri. Jadi mana yang lebih utama, mendoakan Nabi SAW atau mengamalkan ajarannya?. Kedua-duanya wajib (ketika bershalawat atas nama beliau ketika Shalat seperti yang dijelaskan dalam nash yang shahih) dan utama, dimana mendoakan Nabi SAW (Shalawat) adalah bagian dari perintah Allah dan Rosul-Nya. Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda: “Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, ‘Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya……” (Shahih, Bukhari & Muslim). Salah satu bentuk cinta seorang muslim kepada Nabi SAW adalah dengan memperbanyak mengingat dan bershalawat atas beliau shallallahu alaihi wasalam. Ini adalah amalan fadhoil. Nabi SAW bersabda :”Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim). Seandainya kita ditanya, mana yang lebih utama, mengamalkan perintah yang wajib atau sunnah, maka bolehlah kita berkata amalan wajib lebih penting dan utama daripada sunnah. Tapi jika amalan tersebut sama-sama wajib?, maka kedua-duanya sama-sama utama. Jadi harus diperinci lagi, agar tidak menimbulkan syubhat. Wallahul musta’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s