Sabaaarrrrrrrrrrrrrrrrr

Ini hanya self reminder buat diriku sendiri, daripada gila sendiri menahan amarah.

Dunia seperti 2 mata uang.

Dunia adalah ladang amal dan ladang dosa.

Penuh dengan ujian

Punya orang tua atau tidak juga, UJIAN

Punya pasangan hidup atau tidak juga, UJIAN

Punya anak atau tidak juga, UJIAN

Kaya atau tidak juga, UJIAN

Cantik atau tidak juga, UJIAN

Cacat atau tidak juga, UJIAN

Cara melewati setiap ujian adalah dengan…

1. llmu

Dengan ilmu, kita bisa mengatasi semua masalah dengan meniru tindak tanduk Nabi kita Muhammad saw dan dengan akal kita. Nabi Muhammad saw sudah mencontohkan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah di dunia ini lewat Al-qur’an dan Hadistnya.

Lagi usaha baca buku dan dengerin radio dakwah. Semoga hati ini dapat hidayah dari Allah swt…aminnn!

2. Sabar

Dengan bersabar menghadapi semua cobaan, ujian dan musibah yg melanda kita, maka akan dinaikkan derajat kita di mata Allah SWT.

Karena kita bersabar, maka setan pun kalah oleh sikap kita. Dan bersabar itu susah bgt…hiks!

3. Bertindak sebaik-baiknya

Sebaik-baiknya contoh adalah Nabi Muhammad saw dan nabi kita tidak pernah memperlakukan seseorang atau binatang sekalian tanpa perintah dari Allah SWT.

Ini juga susah…lagi mencoba sedikit demi sedikit dengan tidak meledek atau ngegosipin orang lain. Salah satunya dengan tidak nonton gossip show, abis nonton suka gak tahan untuk komentar….hahaha…dasar ibu-ibu penggosip…;p

4. Istiqomah/ konsisten

Ada pepatah bilang merebut itu mudah daripada mempertahankan. Karena itu hanya orang yang istiqomah dalam bersikap baik akan dipercaya oleh orang lain, karena hati ini gampang sekali untuk dibolak-balikan.

Ini lebih susah lagi karena masih tergoda dengan lingkungan sekitar…hiks!

Jadi intinya sabaaaaarrrrrrrrrr soraya…….sabarrrrrrrrrrrrrrrr!

*lgusahamenenangkanhatiyangpanas*

*lgbutuhsekarungkesabaran*

Bikin gemeeesssss!

Apakah ini hanya terjadi sama anakku atau bayi yang lain juga seperti itu?

Anakku setiap selesai menyusui, dia pasti akan tersenyum sambil matanya tertutup tidur.
Mungkin dia mau bilang “Terima kasih susunya, ibu!”
Bikin ngemeeeeessssss

Persalinan perdanaku

Jam 5 pagi (pembukaan 2)

Sekitar jam 5 setelah adzan subuh, aku mau sholat. Pas mau buang air kecil…jreng…jreng…darah bo! Darah mengumpal seperti ati ayam…deg…deg…deg…sepertinya ini waktunya.

Jangan panik, itu kataku dalam hati.

Ok kita siap-siap yah!

Aku sambil beberes kamar, ganti seprai (ceritanya mo menyambut anakku), cek tas yang sudah dipacking dan semua hal yang berhubungan dengan surat-menyurat.

Akhirnya telepon suami…

Sambil nunggu suami, aku sarapan telur ayam kampong biar kuat. Pas suami datang, kita berdua jalan keliling komplek untuk cari nasi uduk. Aku bilang sama suami, paling ini baru pembukaan 2. Jadi gak usah panik.

Jam 10 pagi (pembukaan 4)

Setelah ngabisin nasi uduk dan mandi, aku pergi ke bidan sama suami dan umiku. Setelah di cek, katanya air ketubanku kok sedikit. Mungkin akan langsung lahir dan dia tidak mau ambil resiko jika ada komplikasi sama bayiku karena air ketuban sudah kering (ada kemungkinan harus operasi Caesar). Mereka tidak memiliki peralatan lengkap seperti rumah sakit. Aku dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Padahal sudah mengidam-idamkan untuk didampingi oleh bidan Mardiah yang menjadi rekomendasi di keluarga besar …huhuhu! Sama bidan ini penangganannya lemah lembut tapi pasti.

Jam 12 siang (pembukaan 6)

Ganti baju bersalin dan di cek dulu sama salah satu suster. Akkhhh….sakit banget pas ngecek pembukaannya, beda banget sama bidan Mardiah.

Beberapa menit menunggu, akhirnya ketemu dokter (ganteng dokternya ;p) dan di USG. Hasilnya air ketubannya masih ada dan cukup. Posisi bayi bagus dan siap untuk bersalin.

Dasar dokter yah…selalu menyarankan untuk operasi. Emang kita nanam pohon duit! Kalau bisa normal, kenapa harus Caesar. Bahkan seninya pas normal, ceritanya panjaannngggg…….;p

Jam 1 siang (Induksi 1)

Mulai dipasang infus dan induksi. Mulai deh mules banget, tapi bisa ditahan. Intinya gak boleh panik dan gak jejeritan…tahaaannnn.

Jam 2 siang (Induksi 2)

Aku dipindahkan ke kamar bersalin. Mulesnya mantap…..tapi bisa ditahan. Para suster udah ngumpul di ruang bersalin. Ada kali 10 orang suster. 3 orang yang menangani aku secara khusus, selebihnya nonton (Emang layar tancep). Mungkin anak-anak PKL. Semua peralatan medis sudah disiapkan dan gw lagi sibuk ngatur napas biar gak cepat capek…..huffffff.

Kata dokternya harus lahir neh sebentar lagi, kalau gak, akan operasi. Umiku minta dokter supaya aku diusahakan lahir normal.

Jam 2.30 (Mulai ngeden)

Suster minta aku mulai ngeden

Suster : Coba ngeden bu!

Aku : Ngimana caranya?

Suster : Seperti mau buang air besar tapi keras

Aku : ????

Suster : Dicoba bu!

Aku : Heh…eeeeeeeeeee….huffff

Suster : Jangan dibuang napasnya bu

Aku : Heh…trus ngimana caranya?

Suster : Penekanan pada perut, bukan dileher.

Jam 3 siang (This is the moment)

Dokternya datang untuk cek lagi …

Dokter : Ok, pembukaan sudah lengkap. Ayo ngeden bu!

Aku : eeeeeeeeeeeee……..huffff

Dokter : Ayo bu! (sambil memotong sedikit di bagian bawah)

Latar belakang (Para suster PKL bawa pom pom sambil bilang Ayo…ayooo…dikit lagi bu)

Suami : Ayo sayang…itu palanya udah keliatan. Rambutnya lebat.

Umiku : Ayo kak…ngeden ngeden…dikit lagi.

Aku : eeee….huffff

Dokter : Ibunya gak ada tenaganya. Vakum aja yah bu. Pas ibu ngeden, saya langsung tarik. Gak ada efek kok sama otaknya.

Ngeden terakhir dan anakku di vakum. Terlahirlah anakku ke muka bumi ini dengan selamat dan nangisnya kencang banget. Bahkan udah melek matanya…Masya Allah. Alhamdulillah…kamu selamat nak!

Legaaaa rasanya. Suami dan umiku sibuk menginformasikan kelengkapan anggota badan anakku. Sedangkan aku, hampir ngerasa mati rasa karena sekujur tubuhku sakit semua.

Suami pergi mengadzankan anakku. Umiku mengucap atas nama Allah berkali-kali dan tetap mendampingi aku saat pengeluaran ari-ari dan bagian bawah dijahit (rasanya makyuussss). Akhirnya aku dapat 6 jahitan.

Pas aku lagi asyik jejeritan dijahit bagian bawah (rasanya ngelebihin melahirkan menurutku, udah dibius tapi kok berasa banget). Tiba-tiba ada ibu-ibu mau ngelahirin yang udah pembukaan lengkap (di ruang yang sama). Tinggal brojol aja. Aku cuma memandang lemas……huhuhuhu…ada teman seperjuangan.

Pesan moral:

1. Harus persiapan mencari rumah sakit pengganti kalau tidak berhasil melahirkan sama bidan karena keterbatasan peralatan medis yang mereka miliki.

2. Kalau sudah keluar darah atau air ketuban tidak perlu terburu-buru ke dokter/ bidan. Karena masih pembukaan 2. Masih lama lagi (bahkan temanku ada sampai 3 hari)

3. Tidak perlu jejeritan karena akan menghabiskan tenaga dan psikis kita.

4. Be cool and confident. Pasti bisa melahirkan normal, jika tidak ada komplikasi dengan keadaan bayi dan rahim.

5. Menurutku sakit paling makyusss bukan pas melahirkannya tapi pas pengecekannya (berasa dikobok-kobok), naro kateter (utk nyedot air seni) dan dijahit bagian bawah.

6. Lebih nyaman memang didampingi oleh orang tersayang supaya semangat!

7. Buat para calon ibu. Jangan takut karena setiap cerita akan berbeda dan kita hanya punya 2 pilihan: cara normal atau operasi Caesar. Dan keduanya sama sakitnya … hahahaha!

related story: http://sorayalannazia.multiply.com/journal/item/243/Akhirnya-anakku-punya-nama

Edisi nakutin adek

Adekku yg no-3 orgnya parno bgt sm mahluk halus. Dia sekarang tidak tidur dikamarnya lagi sejak ditinggal ngekost. Alasannya berasa seperti bukan kamar gw lg. Jadi pulang kerumah malahan tidur sama adeknya…ckckck. Makanya sering digodain. Salah satunya ini…











Aku : Jangan dibawa jalan-jalan pas magrib. Anak bayi bisa liat mahluk halus. Nanti

dia nangis. Udah di depan pintu aja yah gendongnya. Aku mandi dulu, jagain!

Adekku : Gerah yah rakha. Kita buka yuk pintunya

Rakha : *liat ke pintu, langsung nangis*

Adekku : *langsung tutup pintu*

Rakha : *langsung diam*

Adekku : *pucat pasi*

Aku : Dek, gw pernah lagi netekin Rakha. Eh … tiba-tiba dia nangis keras banget (pasang muka serius)

Adekku : Heh…kenapa tuh kak? Dia liat mahluk halus yah?

Aku : Gak…dia pipis

Adekku : #@$!%^&

Bau tangan

Ini pembicaraan antara aku dan suamiku

Aku : Ayah…jangan digendong mulu Rakhanya nanti bau tangan

Suami : Bau tangan? maksudnya?

Aku : Maksudnya dia jadinya mo digendong mulu. dipegang mulu sama kita, gak mau

lepas. Jadi bau tangan.

Suami : Bagus donk. Daripada bau kaki. Susahkan!

Aku : #@%&*$!

Curhat gak penting: Katuk …oh katuk…

Daun katuk banyak manfaatnya, salah satunya memperlancar ASI dan pelangsing tubuh.

Untuk menjawab pertanyaan mba efin yg ada disini
sebagai ibu yang menyusui, ini makanan wajib. maka ini rasanya makan daun katuk selama 45hr.
hari 1 ; enak yah rasanya segar
hari 2 ; asyik katuk lagi, pake jagung jadi tambah manis. spt akyu…;p
hari 3 ; hari ini campur dengan tahu putih…enakkkk
hari 4 ; minum airnya sampai habis
hari 5 ; campur daging giling….enak juga
hari 10 ; 2KL Katuk lagi …katuk lagi
hari 15 ; tuk…katukk…katuuukkk
hari 20 ; ngatuk yuk!
hari 25 ; yuk…makan katuk!
hari 30 ; apa yah menu hari ini. pasti katuk deh! wow…jawaban saya benar!
hari 35 ; mabok katuk
hari 40 ; heh…mesti katuk yah, gak ada yang lain?
hari 45 ; emang mesti katuk yang mantap buat produksi ASI
Udah coba kombinasi dengan bayam, brokoli atau sayuran yang lain, tapi emang cuma katuk yang paling mantap untuk produksi ASI. Secara aku punya bayi laki-laki yang kuat banget minum ASInya.
Kenapa yah bayi laki-laki lebih kuat minum ASInya daripada bayi perempuan?
Karena secara “naluri” seperti itu or lambungnya lebih besar daripada bayi perempuan???
Tanya kenapa???